Rabu, 25 November 2015

Video Game

Pengertian

Game merupakan permainan yang dilakukan untuk tujuan hiburan dan refreshing. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang termasuk dalam game antara lain adalah puzzle, kartu, olahraga, video game dan lain-lain. Meski begitu di era modern saat ini, kata 'game' sangat identik dengan video game, dari berbagai konsol mulai dari PC, PS, Xbox, Nintendo atau bahkan game game android. Video game sendiri merupakan game elektronik yang melibatkan interaksi manusia dengan user interface yang menjalankan kontrol visual di dalam perangkat video. 

Game awalnya tersedia dalam 2 dimensi saja. Namun seiring perkembangan zaman, game 3 dimensi pun muncul. Game pun menjadi salah satu hal yang diminati dan terus berkembang tiap tahunnya. Perkembangan teknologi dan gadget juga turut mempengaruhi perkembangan dunia game yang makin canggih dan maju. Ada beberapa aspek dan faktor untuk menentukan kualitas suatu game, mulai dari aspek grafis, visual, gameplay, storyline, konsep, kontrol dan lain-lain. 

Video game dijalankan melalui sistem elektronik yang dikenal sebagai platform. Beberapa konsol dan platform game yang populer antara lain adalah PlayStation (PS2/P3/PS4), Xbox 360, Nintendo Wii, PC (Komputer), game online hingga game Android yang tersedia untuk didownload lewat gadget hp dan smartphone. Sementara konsol game game lawas seperti game Arcade atau Game Boy pun sudah mulai ditinggalkan.

Sementara perangkat input yang digunakan untuk mengontrol karakter atau objek dalam game disebut game controller. Game controller yang digunakan berbeda-beda tiap platform dan konsol game yang dimainkan, antara lain seperti joystick, keyboard, mouse, gamepads, keypad dan lain-lain

Platform

1.Arcade games, yaitu yang sering disebut ding-dong di Indonesia, biasanya berada di daerah / tempat khusus dan memiliki box atau mesin yang memang khusus di design untuk jenis video games tertentu dan tidak jarang bahkan memiliki fitur yang dapat membuat pemainnya lebih merasa “masuk” dan “menikmati”, seperti pistol, kursi khusus, sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil (beserta transmisinya tentunya). 

2.PC Games , yaitu video game yang dimainkan menggunakan Personal Computers..


3.Console games, yaitu video games yang dimainkan menggunakan console tertentu, seperti Playstation 2, Playstation 3, XBOX 360, dan Nintendo Wii..


4. Handheld games, yaitu yang dimainkan di console khusus video game yang dapat dibawa kemana-mana, contoh Nintendo DS dan Sony PSP..

5.Mobile games, yaitu yang dapat dimainkan atau khusus untuk mobile phone atau PDA..

Bahasa yang digunakan

Untuk PC game, banyak bahasa pemrograman yang dapat digunakan. Mulai dari C++, Java, C#, ActionScript3, dan lain-ain. Setiap bahasa pemrograman memiliki kelebihan masing-masing. Misalnya bahasa pemrograman Java dapat digunakan untuk membuat game PC dan bisa kita deploy ke mobile device dengan mudah. Jika menggunakan C# dengan XNA, kita bisa membuat game PC yang bisa kita port ke XBOX360 atau windows phone dengan mudah.

Untuk game-game PC yang juga ada di console, seperti PlayStation3 dan Xbox360, biasanya menggunakan C++, karena rata-rata game engine yang digunakan juga berbasis C++ (misalnya Unreal Engine atau CryEngine). Penjelasan lengkap tentang platform console dan desktop PC bisa dilihat di blog kami, selain itu ada juga penjelasan tentang bahasa pemrograman untuk platform web dan mobile game.


Rabu, 11 November 2015

Digital Cinema

Digital cinema itu adalah sebuah film atau file video yang menggunakan format digital. File yang berformat digital ini mempunyai kulaitas gambar yang lebih baik dari file video dengan format non digital. Selain itu,file dengan format digital ini juga bisa didistribusian dengan media penyimpanan digital yang sangat beragam saat ini. Misalnya saja DVD, Hard disk, Flash Disk, Blue-ray dan sebagainya. Sinema digital merujuk pada penggunaaan teknologi digital untuk mendistribusikan dan menayangkan gambar bergerak. Sebuah film dapat didistribusikan lewat perangkat keras, piringan optik atau satelit serta ditayangkan menggunakan proyektor digital alih-alih proyektor film konvensioanl. Sinema digital berbeda dari HDTV atau televisi high definition.


Sinema digital tidak bergantung pada penggunaan televise atau standar HDTV, aspek rasio atau peringkat bingkai. Proyektor digitalyang memiliki resolusi 2K mulai disebarkan pada tahun 2005, dan sejak tahun 2006 jangkauannya telah diakselerasi. Sinema digital dapat dibuat dengan media video yang untuk penayangannya dilakukan transfer dari format 35 milimeter (mm) ke format high definition (HD). Proses transfer ke format HD melalui prose s cetak yang disebut dengan prosesblow up. Setelah menjadi format HD, penayangan film dilakukan dari satu tempat saja, dan dioperasikan kebioskop lain dengan menggunakan satelit, sehingga tidak perlu dilakukan salinan film. Contohnya, dari satubioskop di Jakarta, film dapat dioperasikan atau diputar ke bioskop-bioskop di daerah melalui satelit.


Pembuatan Device Digital Cinema

Distribusi digital film memiliki potensi untuk menghemat uang untuk distributor film. Untuk mencetak satu menit fitur film-80 dapat biaya US $ 1.500 sampai $ 2.500, [8] sehingga membuat ribuan cetak untuk sebuah-rilis film lebar dapat biaya jutaan dolar. Sebaliknya, di-250 per-detik megabit data rate maksimum (sebagaimana didefinisikan oleh DCI untuk sinema digital), sebuah film panjang fitur dapat disimpan pada dari rak 300 GB hard drive untuk sebagian kecil sangat kecil dari biaya. Selain hard drive dapat dikembalikan kepada distributor untuk digunakan kembali. Dengan beberapa ratus film didistribusikan setiap tahun, industri bisa menghemat miliaran dolar. Industri film telah didominasi oleh sejumlah kecil distributor selama bertahun-tahun karena entry barrier tinggi untuk kompetisi baru. Hal ini disebabkan oleh biaya tinggi dan kurangnya akses terhadap produksi mapan dan jaringan distribusi.

 Dengan film mengganti dicetak dengan hard disk hambatan untuk masuk berkurang secara signifikan, pembukaan pasar untuk kompetisi jauh lebih kaku. Seperti meningkatkan kompetisi kekuatan pasar mengurangi’s profit margin industri dan menurunkan pangsa pasar masing-masing perusahaan. Keinginan untuk mempertahankan pangsa pasar adalah salah satu alasan didirikan distributor mendukung model VPF dari peluncuran sinema digital, yang mengurangi jumlah teater pendapatan box office transfer ke distributor. Sebagai akibat biaya bersih meningkat produksi film dan penurunan margin keuntungan untuk semua distributor. Ini bekerja untuk keuntungan distributor tertanam dengan membuatnya lebih sulit bagi distributor baru untuk mendapatkan investor, meningkatkan modal yang cukup untuk memasuki pasar, dan memperoleh pangsa pasar. Sebelum model VPF peluncuran sinema digital terhenti (seperti dapat dilihat oleh pembelian peralatan utama dan komitmen masa depan untuk peralatan baru selama ini); peserta pameran mengakui bahwa mereka tidak akan membeli alat untuk menggantikan proyektor karena tabungan tidak akan terlihat oleh sendiri tetapi oleh perusahaan distribusi.

 Model VPF diciptakan untuk alamat ini (beberapa klaim oleh Frank Stirling di Boeing – Boeing terlibat dalam penyebaran sinema digital di waktu itu) dan ini berhasil lakukan, mempercepat peluncuran teknologi ini dan dengan itu pengurangan hambatan masuk . Mengingat bahwa proyektor digital membuat distribusi volume rendah akhirnya sebuah kemungkinan ekonomi itu adalah dukungan studio ‘model VPF yang telah mempercepat pengenalan kompetisi, baik dalam hal distributor alternatif dan juga konten alternatif termasuk seri sinematik.

Digital Television



Data Analog

Data Analog disebarluaskan melalui gelombang elekromagnetik (gelombang radio) secara terus menerus, yang banyak dipengaruhi oleh faktor pengganggu atau penghalang. Analog merupakan bentuk komunikasi elektromagnetik yang merupakan proses pengiriman sinyal pada gelombang elektromagnetik dan bersifat variable yang berurutan. Jadi sistem analog merupakan suatu bentuk sistem komunikasi elektromagnetik yang menggantungkan proses pengiriman sinyalnya pada gelombang elektromagnetik.

Kecepatan gelombang ini disebut dengan Hertz (Hz) yang diukur dalam satuan detik. Misal dalam satu detik gelombang dikirim sebanyak 1000, maka disebut dengan 1000 Hertz.
Kekurangan sistem analog ini adalah pengiriman sinyal agak lambat dan sering terjadi error. 
Signal analog dapat digunakan dalam media tertutup seperti kabel coaxial, TV kabel dan kabel tembaga . Signal analog dapat pula digunakan melalui medium terbuka seperti gelombang mikro, telepon rumah tanpa kabel dan telepon seluler.

Data Digital
Sinyal Digital disebut juga baseband .Sebagai ganti gelombang maka signal pada sistem digital ditransmisikan dalam bentuk bit bit biner. Sistem biner adalah sistem on – off (atau sistem 1 – 0 ), jadi bila ada tegangan atau on maka di angkakan 1, sedang bila tidak ada tegangan  atau off maka diangkakan 0.  Meski memiliki kelemahan terhadap nosie inteferensi listrik apabila jarak semakin jauh, namun signal digital masih dapat diperbaiki atau “direparasi” artinya dengan cara membangkitkan ulang bit-bit tersebut dengan tidak meregenerasi noise.


Perbedaan Data Analog dan Digital

Data Analog :
1.      Dirancang untuk suara
2.      Banyak terdapat noise
3.      Kecepatan relative rendah
4.      Rentan kesalahan

Data Digital :

1.      Dirancang untuk data dan suara
2.      Kecepatan tinggi
3.      Digital bisa di konversi ke analog
4.      Overhead rendah


Analog dan digital device
Analog dan digital device sudah sangat berbeda, karena analog device masih menggunakan alat-alat seperti antena sedangkan Digital device sudah menggunakan kode-kode yang ditransfer melalui satelit, sehingga untuk pengiriman data semakin cepat.